Kuaci is a kind of nut made of the seed of sunflower or in sophisticated term known as (adalah sejenis kacang yang diolah dari biji bunga matahari atau yang lebih dikenal dengan istilah) CAMILAN a.k.a CEMILAN. (wiwdihh, sok english!!!). while Nyinying is not me. lebih jelasnya silahkan copas kata yang saya bold dan tempel pada search barnya google. lalu apa hubungan isi dan judulnya. jawabannya gak ada sama sekali. sumpah saat gue nulis postingan ini, gue sampe kehabisan energi sekedar mikirin judul yang sesuai. (alay ya!!!).
Sebelum masuk kedalam isi cerita konyol ini terlebih dahulu
perkenangkan gue perkenalkan para tokoh yang terlibat secara sadar dalam
peristiwa. Eh, sebelumnya ini real ceritanya ya. Gak fiktif kok. Yakinlah
sumpah!!!
Tempat lahir :
Virginia, America Serikat
Pendidikan :
Geography Education State University of Makassar
Social Media address
-
Facebook :
Hardiyanti Coke
-
Seorang gadis manis yang kata teman-temannya supel. Analisis gue
mengatakan bahwa sebenarnya dia gak manis-manis amat bahkan kata supel itu
terlalu halus untuknya. Secara universal Juli adalah gadis yang super ribut
(baca: genset). Bagi teman-temannya dia itu ibarat ibu peri. (seumur-umur gak
ada Peri yang ribut kayak dia). Dia adalah tempat yang nyaman untuk berbagi
cerita dan rahasia. Orangnya idealis dan penuh dengan solusi-solusi cerdas nan
tepat. Hanya saja gue gak bisa bayangin begitu sibuknya dirinya melayani
temannya curhatan (baca:berbagi kebodohan).
Misalnya:
“eh, gue mau curhat dong, Juli” temannya yang laki-laki bertubuh subur
memulai curhatnya
“yah, ada masalah apa, Jal?” sahutnya menggapi dengan wajah manis
(hueeekk)
“jadi gini, dua hari yang lalu gue kan jajan nasi kuning. Trus dua
hari berikutnya gue bermasalah ama BAB” Tanya Rijal dengan muka lugunya.
“apa hubungannya Be-a-Be ama nasi kuning? Kalu bungkus nasinya terbuat
dari kertas yang berisi tulisan BAB I mungkin…”
Rijal finalized the dialogue by
cut her into pices…
Nah, ngaco kan? Harusnya rijal menkonsultasikan masalahnya ke Dokter.
Bukan ke wanita pertapa kayak dia.
Tempat Lahir :
Kairo
Pendidikan :
Biology Education State University of Makassar
Social Media address
-
Facebook :Nur Zakia Randi S
Gadis solehah. Hobi baca buku dan merenung. (tebakan gue doang).
Menurut opini gue, hal yang menarik darinya adalah lesung pipinya yang mirip
sarang kuda nil (emang ada gitu???). menurut analisa mentalistik gue dia
orangnya perasa dan peka. Idaman general cowok-cowok, sebab kepekaannya
mendeskripsikan kalo dia cewek manja dan penyayang. Gue banget lah.eh,
ralat, Maksudnya sifat gue nggak kayak
gitu. Gue bukan tipikal cewek manja dan penyayang sebab gue bisa buktikan
secara ilmiah kalo gue bukan cewek. Wallahi…
Mudah-mudah kalian berdua dibanjiri permintaan pertemanan sebagaimana impan kalian (huahahahahaa)
Story Begins….
Story Begins….
Suatu hari gue dapat traktiran dari Juli dan Zaskia. Keduanya adalah
murid saya. Cuma kedekatan saya ama
mereka ibarat Marimar dan Fulgoso dalam telenovela. Traktiran itu bermula
ketika kedua adek saya itu minta tolong agar gue tunjukin gedung administrasi
kampus guna daftar ulang sebab keduanya adalah Mahasiswa baru. Dengan senang
hati gue datang menemui mereka. Sesuatu yang tak terduga terjadi. Kami bertiga
mengenakan warna baju sepadan, merah Maroon. Jadinya kita kaya ibu-ibu arisan.
Singkat cerita urusan administrasi selesai maka gue pun balik lagi ke tempat
kerja. Gak lama kemudian, telpon saya berdering. Gue angkat dan,..oh ternyata
saya ditraktir tuk makan.
Gue pun segera meluncur ke tempat yang mereka maksud. Sebuah warung
sederhana berdinding jaring kawat sehinggan udara begitu leluasa membelai. Semangkok
mie bakso udah tersedia dihadapan kami masing-masing.
Ngobrol ngalor-ngidul hingga tak terasa raiblah semangkok mie
tersebut. Gak tahu pasti siapa yang mie-nya dulu abis. Namun perkiraan gue
Zaskia is the winner. Gimana tidak,
dia gak banyak bicara kayak si Julie. Maka secara sistematis dan kalkulatif
(apa omong) mulutnya lebih aktif dalam menghabisi semangkok mie. Sementara si
Julie terlalu aktif lidahnya. Apa-apa diomongin. Mulai dari mie-nya gak terlalu
enak hingga pada pertanyaan mengapa bentuk mie-nya harus kayak lembaran tali. Kritis
sekaligus dodol. Lagian gak mungkin juga kan mie itu bentuknya bulat trus pake
bolongan. Itu Donut!!! (sori adek Julie yang caem, tokoh kamu harus gue
hitamkan. Lo terlalu baik abisnya…). Enyaak!!! Cuma itu yang bisa gue ucapakn
sehabis makan.
Saat gue sedang minum air mineral, tiba-tiba seorang gadis kecil
mendekati dibalik kawat (dinding) dan minta duit.
“aduh, kakak gak punya uang kecil dek” jawab gue.
“air putihnya aja kak kalo gitu,” pinta adek kecil itu dari arah luar
kawat.
“gimana kakak bisa kasi dek, gak muat lobang jaringnya dek. Masuk aja
dek sini ” gue sok baik dihadapan kedua ibu arisan yang sedang men-traktir
saya.
“dikuluarin aja pipetnya kak. Biar saya minum dari sini” pinta gadis
kecil itu lagi. Gue luluh, dan akhirnya nurut. Air mat ague berderai. Nangis.
(sumpah, Si Julie ama Zaskiya akan bilang gue boong.)
Setelah meminum air mineral itu, adek kecil itu berlalu namun tak lupa
mengucapkan terima kasih. Gak lama kemudian datang pulang seorang anak laki-laki.
Mendekati gue.
“minta juga dong kak!!” pintanya
“aduh, dah abis dek. Dah diminum ama adek teman kamu yang tadi” jawab
gue
Adek itu sedikit kebingungan lalu denga tiba-tiba…
“SAYA TIDAK MINTA AIR. UANG YANG SAYA MINTA!!” ujar adek KOPLAK itu
sambil marah-marah.
Gue kalap. Bingung. Gue mandang ke arah dua cewek cantik (kata mereka
sendiri) yang ada dihadapan gue. Mereka nyeringai. Senyum. (senyumnya gak enak).
“ee, bocah Koplak!!! gue udah jawab dengan sopan juga. Udah baik juga
kalo gue mau nawarin loh minum. Dasar ini anak” gumam gue dalam hati. Gue gak
berani memaki dihadapan dua cewek (baca:ibu-ibu) ini. Jaga imej soalnya. Gue juga
tahu apa yang ada di dalam hati keduanya, satu hal yang menurut hipotesis gue
pasti adalah mereka ingin sekali menertawakan gue dengan puasnya. Muka tahan
tawa mereka begitu contrast sampai gue nggak bisa bedakan antara tahan kentut
atau tahan tawa.
pertmuan kami kemudian berlalu. hingga saya gak ingat lagi bagaimana akhir semuanya. saat itu fikiran saya tertuju pada perlakuan adek tadi kepada saya. si Bocah Koplak!!!
aduh, indonesia itu sungguh unik. anak peminta2 saja meresa punya otoritas yang tinggi. bagaimana dengan orang yang duduk dalam ebuah lembaga kenegaraan?? cekcekcek...pantas korupsi merjalela...
wassalam,
salam Goyang Bebek..
pertmuan kami kemudian berlalu. hingga saya gak ingat lagi bagaimana akhir semuanya. saat itu fikiran saya tertuju pada perlakuan adek tadi kepada saya. si Bocah Koplak!!!
aduh, indonesia itu sungguh unik. anak peminta2 saja meresa punya otoritas yang tinggi. bagaimana dengan orang yang duduk dalam ebuah lembaga kenegaraan?? cekcekcek...pantas korupsi merjalela...
wassalam,
salam Goyang Bebek..


Wew.. sudah minta, ngotot lagi. haha :D
BalasHapus