Kamis, 04 Oktober 2012

The Revolution of Malings


Beberapa hari yang lalu, sebuah musibah menimpah saya. Laptop (baca: istri ke 2) saya dicuri. Kejadiannya tepat jam 4 pagi menjelang subuh kala saya sedang terbuai mimpi dalam lelap. Saya Cuma bisa berspekulasi jika pencurinya pasti menertawakan saya saat sedang mempreteli ’si biru’ laptop saya. Kira-kira kalau mau dideskripsikan guman si maling, maka ia akan bergumam ‘aduh…ni anak tidur ato mati? Lelap banget ya!. Udah gitu mulutnya nganga pula, trus..aduh ilernya kemana-mana lagi. Umh, cute banget sih!!!’ (emang ada gitu orang ngiler imut? Ngaco ye!!!).

Saya jadi bingung saat terbangun. Sebab semalam laptop saya juga terbaring di sisiku. Namun yang terjadi saat itu adalah, pintu kamar saya terbuka, laptop saya tak ada lagi di samping saya, dan celana beserta sarung saya menghilang. Untuk statement yang terakhir itu fiktif kok. Kalau pun pencuri itu dalam keadaan horny, gak mungkin celana saya sampe diambil segala. Najong soalnya!! Yang tersisa tinggal charger dan fannya. Saya begitu terpukul dan galau saat itu. Saking galaunya, saya langsung bikin telur dadar, trus makan dengan lahap. (kayaknya yang ini bukan galau ye, tapi lapeer!!!) gimana nggak terpukul, bayangkan saja mahasiswa tingkat akhir (baca: tua) yang lagi mesra-mesranya dengan thesis atau skripsi harus terpisahkan dengan hal tersebut dikarenakan file skripsi saya juga ikut raib beserta laptop tersebut. Pokonya abis deh. Shadaqallahul adziim deh pokoknya.

Saya pun teringat akan peristiwa kehilangan teman saya yang juga hampir mirip scenario keraibannya (emang sinetron pake scenario segala???). bedanya, saat laptop saya dicuri, saya dalam keadaan tertidur sementara dia lagi sedang asyiknya ngetik skripsi dan si maling sialan itu datang menodongkan senjata tajam. Uniknya mereka sempat ada dialog.

‘e, eh… serahkan laptopmu!!!’ ancam si pencuri sambil nodongkan senjatanya. Senjata tajam pastinya yah. Bukan senjata rahasianya. Teman saya saat itu gak kehilangan akal. Dia coba nego.
‘em, boleh gak pak saya copy file saya ke flasdisk??’ tawar teman saya sambil menyilangkan tengan di depan kemaluannya.
‘hah? Apa? Panggil flashdisk?? Panggil sanaaa!! Teriak sekalian biar saya gorok kamu!!!’ ancamnya dengan muka bingung. Dikiranya FLASHDISK itu nama bapak kost mungkin. Aduh, pak maling yang mencret, seharusnya bapak browsing dulu di google. Biar jadi pencuri yang berwatak cyber.
‘atau saya print dulu pak…’ tawar temanku lagi dengan bodonhya.
‘ah, TIDAK. SERAHKAN SEKARANG!!!’
Semuanya berlalu dengan cepat. Begitu teman saya berada pada kesadaran yang sebenarnya, dia langsung nangis dan berlari ke kamar mandi trus shower-an.

Saya kemudian mikir, mengapa ya pencuri itu tidak merubah pola pikir sekalian imejnya gitu. Maksud saya gimana caranya mereka tetap jadi pencuri tapi dengan itikad yang revulosioner. (apa coba???) misalnya saat mereka mencuri sebuah laptop, mereka menyediakan CD blank buat backup atau juga mungkin dengan sebuah flashdisk. Sehingga material boleh mereka curi namun hal yang berkaitan masa depan semisal skripsi tetap mereka tinggalkan. Sebab bukan tidak mungkin diantara korbannya adalah calon pengusaha. Jadi mereka bisa mendatangi korbannya lagi saat jaya untuk dicuri kembali. Pola pikir mereka harusnya future-deep planning lah.
Bayangkan misalnya saat teman saya dirampok saat itu, maka redaksi dialog mereka akan sebagai berikut:
‘eh, serahkan laptopnya dek…’
‘aduh, saya lagi ngetik pak. Saya udah mau ujian soalnya. Deadline pak..’
‘ya, udah bapak tunggu sekalian selesai baru saya ambil. Atau kalau misalnya adik mau kami pulang cepat ini ada flashdisk. Di cut aja datanya dek. Ngantuk soalnya kami’.
‘well, baiklah pak, daripada anak istri anda menunggu, saya cut aja deh. Atau mau saya buatkan kopi dulu pak??’
‘oh, gak usah dek, tak ngerepotin ntar.’
‘nih, laptopnya pak. Hati-hati di jalan ya pak’
‘ya,..makasih banyak dik…’

Gimana? Enak kan? Tidak ada unsur kekerasan. Cuma kesannya bukan pencurian, melainkan MENYUMBANG. Harusnya ada LSM yang membawahi mereka agar penyuluhan dan sosialisai bersifat kuntinu. Sehingga pencuri-pencuri itu juga dibekali dengan wawasan humanisme.
Hehehe, ya udah lah, itu Cuma mimpi gila saya dalam mengobati kersahan hati saya saat ini. Kalo ada bisa tertawa syukur-syukur, atau mungkin ada yang terinspirasi menjadi maling revolusiner???

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html