Jumat, 04 Desember 2015

THE REAL CABUP


5 hari lagi kabupaten kepulauan selayar akan terpilih bupati barunya. Bertepatan hari ini pula maka diadakan debat publik calon bupati dan wakil bupati. Jam 4 sore tadi saya berkesempatan berada di tempat dilaksanakannya debat tersebut sebagai perwakilan sekolah dan membawa beberapa Siswa dari OSIS.

Seperti biasa, akan ada suatu momen yang menurut saya menggelikan setiap saya mengikuti sebuah event. Demikian pula saat saya berada di ruang pola kantor bupati selayar tempat berlangsungnya debat. Momen memalukan itu adalah saat kami nyelonong sotoy duduk di barisan kursi yang telah disediakan yang ternyata kursi tersebut adalah kursi para pendukung calon bupati.  Tentu saja mereka akan memelototi kami dengan dengan pangan heran sebab dengan santainya saya mempersilahkan anak didik saya duduk di kursi tersebut yang setelah saya sadari beberapa detik kemudian dresscode kami beda sebab gak ada tulisan nama calon bupati dukungan. Dengan cekatan saya bangkit dan berlalu meninggalkan bocah yang salah tempat duduk menuju lantai dua tempat yang seharusnya. Ternyata di tempat tersebut panasnya minta ampun. Saya yakin kalo yang kentut baunya akan lain sebab akan tercampur rapi dan rata bersama bau keringat-ketek-farfum. Semua undangan telah mengubah kotak snek mereka menjadi kipas praktis.
Saat acara dimulai yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, seorang bapak di barisan kedua di depan saya berusaha berjinjit agar pandangannya mampu menjangkau layar raksasa dan dekorasi ruangan debat di lantai dasar yang kurang lebih mirip studio TV. Kesialannya bapak itu tepat berada dibelakang 2 bapak-bapak tinggi menjulang sementara ia hanya setengah ukuran dari mereka. Belum lagi saya dibelakangnya yang telah membentangkan ketek menyebar teror racun aroma tubuh agar ia segera keluar dari barisan sehingga saya bisa duduknya lebih maju. Salah seorang siswa saya, Chua,  ngakak menyaksikan aksi ini.
Saat menyanyikan lagu indonesia raya, rasa nasionalisme saya sedikit terusik oleh para audiens. Mereka menyanyikan lagu jauh dari tempo lagu. Musik seolah mengejar syair nada yang terlontar dari mulut para audiens yang notabene para penyanyi karaoke dalam hati. Kebisingan dalam ruang debat semakin menjadi-jadi saat para pendukung PASLON bersorak yel-yel yang lebih mirip cicitan indukan ayam pedaging. Gak jelas pokoknya. Yang paling jelas dari teriakan mereka hanya nomor urut pasangan calon usungan mereka. Selebihnya hanya teriakan saling memanas-manasi.
Debat berjalan lancar dan masing-masing calon telah unjuk kebolehan, kelebihan dan kepantasan untuk memimpin selayar. Terlepas dari segalanya, saya sadar mereka adalah manusia biasa yang punya kekurangan. Jika seandainya 3 pasangan CABUP itu gagal terpilih maka dengan ikhlas saya bersedia menjadi calon alternatif. Tinggal di pilihkan pasangan pendamping sebagai wakil saya dengan kriteria cantik, cerdas dan siap dimadu. Wkwkwkkww.
Ngomong-ngomong, Saya siap maju sebagai calon pilihan alternatif apabila Para Calon Bupati sakit tifus dan mencret pada tanggal 9 nanti dan menyatakan mundur.
Jika para calon telah mengusung visi dan misinya, maka sayapun memiliki visi-misi sebagai berikut:

Visi: Menjadikan selayar sebagai kabupaten bebas galau dan sogok
Misi
  • Menyediakan bahu tempat bersandar jika sekiranya ada janda muda yang membutuhkan
  •  Memberdayakan cabe-cabean sebagai sumber daya produktif dalam rangka menjebak pejabat korup dan pejabat  yang doyan daun muda dan party.
  • Meningkatkan modal belanja ibu-ibu melalui gerakan SITUASI (Sita Uang dan ATM Suami)
  • Membenahi persoalan ekonomi mikro dengan menjadikan pasar sebagai tempat belanja kebutuhan sehari-hari (yaa iyalahh bencong)
  • Membina para pria kehilangan identitas di salon-salon dengan program Dual-KTP Identitas agar Siang dan Malam hari identitas mereka berbeda.
  • Menertibkan tayangan sinetron yang tak mendidik dan menggantinya dengan tayang bola luar negeri.
Motto saya sebagai calon adalah : JAGALAH KEBERSIHAN !

demikianlah coretan abang, Salam Dangdut!!

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html