Sabtu, 14 November 2015

Being Better for Future


Well, well,...
Agak lama juga gak ngepost. Maklum sang admin baru menyelsaikan pertapa terakhir dalam rangka memperdalam ilmu perlindungan diri dengan menggunakan payung pada saat hujan. Gak penting yah. Ya udah.
Tepat pada saat jemari saya luntang-lanting diatas tuts keyboard latop, di sekolah tempat saya bekerja lagi ada kegiatan yang digagas oleh Ekskul SISPALA yaitu pengolahan sampah terpadu. Sebagai pribadi yang sempat menjadi sampah Daur Ulang di Masyarakat agak risih sih denga tema kegiatan ini. Takutnya identitas saya akan terbongkar begitu saja. Parah kan? Lebih parahnya lagi kalian bakal bingun dengan apa yg saya tuliskan. Ya udahh..
Sebagai generasi muda, kegiatan positif memang sangat kita butuhkan agar terhindar dari jerumus perilaku masa remaja yang menyimpang. Sebut saja NARKOBA dan Minuman Keras, misalnya Aspal dan Jus campur beton. Ini gak boleh diminum. Generasi Muda adalah tumpuan kemajuan negeri ini, maka kegiatan ini pasti akan sangat disambut baik oleh para Remaja Cerdas.
Saat kegiatan dimulai, dan gue sebagai pembina Ekskul membuka kegiatan selaku moderator pendamping pemateri. Insting pria perkasa gue pun meningkat dengan metode pengolahan suara agak perkasa lelaki dimana sebelumnya suara gue cenderung cempreng saat bersama para teman wanita. Yuk mariii,.. cuss..
Entah apa yang ada dipikiran para peserta, begitu gue mulai bicara kepala mereka clinguk kiri kanan seolah mencari sumber suara. Padahal gue duduknya di meja panelis pemateri. Seolah gue adalah makhluk tak jelas sebagaimana di sinetron horor indonesia. Hampir saja gue sisipkan ketawa ala hantu biar suasana makin meriah, eh tegang. Kesal.
Akhirnya gue mencoba tersenyum dan alhamdulillah mereka mulai memperhatikan pemateri cantik di sebelah gue, nyesek yah.
Ada sebuah pelajaran penting dari kegiatan ini, bahwa setiap manusia punya kesempatan untuk menjadi baik dan berguna dalam kehidupannya. Filosofinya kayak sampah tadi. Meskipun ia telah menjadi barang tak berguna namun dengan cara dan pendekatan tertentu akan kembali bermamfaat. Itu sampah. Apalagi manusia yang batas kreatifitasnya tak terhingga. Gak peduli orang memandang kita ‘sampah’. Percayalah, kita masih bisa berguna bagi sesama selagi ada kemauan untuk berubah.
gak usah tanya gue yang mana. yang ambil gambar.

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html