Jumat, 02 Maret 2012

AMBITION

Semasa kecil gue sering ditanya tentang cita-cita, dan jawaban gue pun berbeda-beda seiring usia. Waktu SD misalnya ketika hal itu ditanyakan ke aku, maka jawaban yang gue berika adalah “pengen jadi orang yang berguna bagi Nusa dan Bangsa”. Jawaban itu gue peroleh dari keseringan buka majalah anak yang dimana di dalamnya banyak dimuat biodata-biodata pembaca setianya yang mencantumkan kalimat tersebut. Saban hari gue tahu bahwa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa itu sangatlah ragam. Menjaga dan mecuci WC mum juga bagiannya. Maka cita-cita itu pun urung dikit-dikit.
Masuk usia SMP, jawaban gue akan cita-cta sedikit lebih dewasa. Cita-cita gue saat itu adalah “ingin mengeluarkan bangsa Indonesia dari krisis moneter yang berkepanjangan”. Gue mendapat applause dari ibu guru saat kalimat itu terucap degan lancar dari bibirku di hari pertama berstatus siswa SMP di Pondok Pesantren gue. Guru pun bertanya:
“bagaimana kamu bisa memilih cita-cita semulia itu?”
“baca dari majalah dan buku, bu” jawab gue sumringah serasa di atas awan.
Gak lama kemudian teman yang duduk di belakang gue bertanya atau lebih tepatnya minta saran akan cita-cita yang akan dia katakan kalo ditanya oleh ibu guru.
“presiden?” saran gue
“gak, yang biasa aja tapi keren” jawab Bustamin, temanku.
“Gimana kalo PRAMUGARI?” saranku kembali
“apaan tuh? Kerja kayak gimana?”
“di pesawat terbang”
“Ngendalikan pesawat?”
“iya” jawabku asal
Giliran Bustamin yang ditanya, dan seisi kelas tumpah ruah oleh tawa membahana. Lebih tepatnya tawa terkekeh menghina atas cita-cita teman laki-laki JANTANku ini yang kepengen jadi seorang PRAMUGARI.
Sebuah colekan maha kasar mendarat di pantatku. Dia menggerutu. Gue yakinin bahwa sebenarnya gue juga gak tahu pramugari itu apaan. Untungnya ibu guru menjelaskan bahwa pramugari itu khusus buat cewek, kalo cowok namanya PRAMUGARA.
“kalo gitu aku mau jadi PRAMUGARA aja, bu. Asal bisa tetap ngendarai pesawat terbang.” Celoteh Bustamin dengan semangat.
“kalo yang mengendalikan pesawat, namanya PILOT, nak” ibu guru coba menyelesaikan kesalahpahaman itu.
Bustamin melotot tajam padaku, dan berbisik:
“napa gak ngasi tahu gue kalo pengendali pesawat itu Pilot?”
“LO BELUM NANYA GUE SARAP!!!. Lo aja yang kejijay-an untuk menjawab” gue membela diri.
Dalam Suasana itu, Agus yang bercita-cita ingin jadi insinyur bertanya ke gue:
“kalo pesawat terbang, KENEK itu sama dengan PRAMUGARI gak?”
Gue gak tahu mau jawab apa. Sejujurnya gue juga gak terlalu tahu banyak akan ilmu KEDIRGANTARAAN. Cuma hemat gue mentakan bahwa KENEK itu adalah orang yang biasa membantu seorang sopir buat ngangkut barang ke mobil sekaligus yang ngebantu cari penumpang di tiap terminal dengan teriakan tertentu yang tertuju pada daerah tujuan. Nah, kalo pesawat pake kenek, gimana ceritanya. Trus pesawat akan singgah tiap terminal juga sambil terbang rendah lalu para pramugarinya teriak gini:  makassar…makssar,..masih ada kursih kosong,. Ayo..ayo. Trus penumpang yang mau naik di ulurkan tali kebawah dan mereka berbondong-bondong manjat lewat tali itu. GILA!!!.
Si Agus masih dengan pertanyaannya,
“kenek pesawat di mana, Wal?”
Gue jawab asal “di Roda bagian depan”.
Dia ngangguk seolah mengerti, dan dengan cekatan gue timpuk pake penghapus. SARAP!!!. Lo harusnya mikir jawaban gue logis atau tidak. Beberapa saat kemudian Agus nyolek gue dan mengatakan sesuatu yang membuat darah perjaka gue mendidih.
“kayaknya gak mungkin kenek pesawat ada di roda bagian depan dan gak mungikin pesawat terbang ada keneknya”.
SETAN POHON KAPUK LO, GUS!!!. ULAT CABE RAWA LO!!!. Dari tadi harusnya kamu mikir gitu. Gue burai usus-ususnya dengan kasar. Darah kemana-mana. Oke, yang ini bohong. Intinya, gue emosi abis akan ke-bolot-an otaknya (telinga kali BOLOT).
Masuk SMA, cita-cita gue berubah lagi. Gue kepengen banget jadi penyair semisal Khalil Gibran atau Chairil Anwar. Gue semakin rajin baca buku berbau satra (dan rempah-rempah). Yang membuat gue tertarik akan hal ini adalah kakak sepupu gue yang buanyak pacar. Gue pengen kayak dia. Maka saran dia ke gue adalah gue harus banyak baca buku satra dan harus bisa menulis kata-kata puitis nan romantis. Makin rajin gue nulis puisi. Bahkan gak jarang puisi itu gue sendiri gak ngerti apa maksudnya. Terlalu puitis mungkin atau juga mungkin karena kalimat yang tersusun itu asal banget. Gue akan merasa bangga banget kalo ada temen cewek yang membaca puisi karya gue trus dia meminta gue tuk ngejelasin maksudnya. Dengan sepenuh hati pasti gue jelasin sampai ia tertidur pulas.
Jika hari ini gue ditanya apa cita-cita terbesar gue, maka jawabannya adal ingin menjadi pengajar profesinal dan berkualitas. Gue senang berbagi ilmu. Ada kebahagiaan tersendiri setiap habis mengajar. Gak semua orang bisa ngajar. Orang boleh aja punya 100 ilmu tapi belum tentu bisa membagi setengah ilmunya ke oran lain. Namun ada juga orang yang hanya punya 10 ilmu tapi bisa membagi 9 ilmunya ke orang lain. Sebagian orang masih memandang sebelah mata akan seorang pengajar atau guru. Sesungguhnya mereka belum sadar bahwa orang-orang sukses yang ada di dunia ada karena didikan seorang guru.
Gue gak bermaksud memberikan penekan mana cita-cita terbaik, melainkan ingin lebih mengedepankan bagaimana menggenggam asa dengan pasti. Setiap orang punya takdir yang berbeda dalam hidup. Tapi perbedaan itu bukan untuk saling menjatuhkan.
Orang bijak mengatakan GANTUNGKAN CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT, Dan sebagai orang yang gak terlalu bijak gue pengen juga bilang GANTUNGKAN CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT-LAGIT DI KAMARMU. (lah, kok?) ya, maksud gue biar cita-cita lo bisa kegapai sempurna. Kalau kejauhan nanti kecewa. Ya kan?
Oke sekian dulu dari gue, sebagai warga Negara yang baik maka pesan gue: NYALAKAN LISTRIK SECUKUPNYA DAN CEBOKLAH SEHABIS BUANG AIR. MERDEKA!!!.



SALAM DANGDUT dan SAYANG SELALU,

Penunggang Onta




5 komentar:

  1. setuju sekali k'...
    Presiden yang adil tidk akn pernh ada kalau bukan karena peran seorang guru...
    kan.kan.kan.....

    BalasHapus
  2. betul sekali. wah saya makin bangga dengan wrga negara ini. salah satunya yg berkomentar ini. seorang pengatur lalu lintas bentor juga bisa. lajutkn dek!!!

    BalasHapus
  3. Saya seorang pengemudi bentor sangat merasa tersinggung dengan kalimat anda diatas...

    BalasHapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html