Jumat, 24 Februari 2012

The Tears of Nungging

kalian tau gak apa bedanya nangis ama keluar mata? ini pertanyaan apa yah? pokoknya gitulah kira-kira. dulu waktu masih nyantri di pesantren (ya iyalah,masa nyantri di rumah pak kades) ada teman gue yang membuat gue bingung sekaligus dihukum gara-gara hal di atas. waktu itu pas lagi pelajaran Fiqih. bedanya, saat itu santri putra gak ada yang kelayapan seperti cerita pada santri gandul dikarenakan aliran sesat mereka yang ngilang bubar setelah absensi kelas.
MAU TAU KENAPA? sebab hari itu adalah minggu pertama jadi santri. 

saat itu yang dibahas oleh Uztazahnya adalah tentang tohara (bersuci). gak terasa materi berasa begitu enak banget. saat itu kita diberi tau tentang hal-hal yang boleh digunakan bersuci selain air. misalkan daun, kertas batu dan lainnya.

ragam pertanyaan mulai muncul. teman gue, Arman-nama samaran (nama aslinya Agus) bertanya:
"uztazah, boleh gak bersuci pake, em, batu nangka?" tanya Arman asal. gue menoleh ke arahnya yang kebetulan duduk di samping gue. darah gue mendidih mendengar pertanyaannya. dalam hati gue bergumam: "bisa gak sih loh bedain mana batu mana biji? dasaaar biji kacang tanah!!! (hah, emang ada gitu?). seisi kelas diam. gue makin nganga. jangan-jangan teman-teman gue ini gak bisa berbahasa dengan EYD.  harusnya si Arman bisa mikir, kalo biji nangka yang mau dipake bersuci, maka yang terjadi adalah kita nyuapin anus. EMOSI.
dia menoleh ke arah gue dengan naikin alis seolah pengen bilang HEBATKAN GUE. anjrit!! muka lo taplak.

sementara, ibu guru masih tersenyum MUAL. senyum mix antara pengen muntah dan gelinjang. kemudian dia mempersilahkan lagi yang lainnnya tuk bertanya. salah seorang yang gak kalah SARAP juga bertanya. 
"bagaimana hukumnya kalo bersuci pake pisau bu???" tanya Marni dengan sok lugu. yah memang lugu. layaknya keluguan seorang PSIKOPAT. batu. SANGAR.
Malaikat datang menjemput. lunglai gue mendengar pertanyaannya. MATI. kenapa teman-teman gue jadi setengah liter gini? dimana aku TUHAN? alam apa ini? aku mau nyantri tapi kok malah belajar dengan orang-orang yang harusnya direhabiltasi.

pengen banget gue yang menjawab pertanyaan dari Marni. kalo misalnya dipersilahkan mungkin gue bakal bilang gini: "oh. boleh boleh aja kok. asalkan yang mau ditohara itu adalah pantat lo sendiri. dan dengan sangat iklas gue yang ngebantu biar bisa sekalian menguliti kamu mulai dari pantat!! (iprit loh!!)"

kalian bisa bayangkan gak bersuci dengan pisau? ada juga pas abis bersuci orang bakal ngira lo habis pendarahan hebat. kalo perempuan iya, masih absah saja kalo pendarahan. nah cowok? orang pasti bakal mikir kalo kita ini lagi BAB batu karang. sehalal-halanya juga pasti orang mikir.

begitu frustasi gue dengan kelas itu. sampai gak ada materi yang sempat singah. masuk di telinga kiri keluar lewat jempol kanan.

belum-belum kegilaan itu berlalu, Arman mengacungkan tanga seraya kembali bertanya:
"bagaimana cara bersuci bila kondisisnya adalah gak ada air dan materi-matei lain seperti yang ibu sebutkan?"
GUBRAK!!!. BUMI BERGONCANG. makhluk mata satu, tinggi kurus muncul dan,..kiamat. KIAMAT. sebenarnya lo hidup di alam mana sih Man? sampai air dan benda gak ada lagi? di angkasa? wah sarap loh. napa juga lo mesti mondok di sini? ini dunia nyata. gue curiga jangan-jangan isi kepalanya kapas semua. wah, unik lo Man. niat gue ke Arman juga mulai aneh saat itu juga. gimana kalau sekarang gue suntik Eutanasia aja dia secara sembunyi-sembuyi tepat di batu (baca:biji) zakarnya. trus mayatnya gue mutilasi dalam laci pake gunting kuku secara sembunyi-sembunyi dalam laci meja. trus dagingnya dijadikan dendeng. kan lumayan buat uang saku. abis gue ketularan gila karenanya.

DUPRAKK!!!lutut gue terbentur dengan meja. mau tau kenapa? Arman dengan TAK ADA ANGIN TAK ADA APA-APA tiba-tiba nyolek lipatan lutut gue. sarap kan? apa coba mauya? gue kaget dan sekarang lutut yang lancip harus beradu dengan  meja. ngilu baget. dengan refleks gue balas mendorong tubuhnya dan, nyess...plakkkk!!! palanya mendarat sempurna di tembok. YES. I'M WIN. sorak gue dalam hati.

berasa iba juga melihat dia mengelus kepalanya yang agak lebih besar dari pada jempolnya (ya iyalah MANDOR). gue tahu itu pasti sakit. mata berkaca-kaca gue langsung membelainya mesra. menyandarkanya di bahu. mengusap derainya. lalu mejitak pala kosongnya. gak, itu adegan fiktif. gue langsug megang pudaknya dan bilang:
"sori, gak sengaja. jangan nangis lah!" bujukku.
"aku gak nangis kok. cuma keluar air mata aja" pintanya dengan hidung kembang kempis.
gue nanar guna mencera kata-katanya. lah apa bedanya sih? secara etimologi adalah nangis mengeluarkan derai air mata dari mata (masa dari hidung. bukan nangis lagi tuh, tapi eNcesh..) saat merasa sakit atau juga karena emosi lain. gue lajutin bicara dengannya.
"nah, trus napa mata lo berair?"
"ya, tapi gue gak nangis kok. cuman keluar AIR MANA (MATA di baca sengau)doang." jawabnya dengan suara agak sengau pertanda dia nangis jijay. isakya pun mulai terdengar. gue panik. melirik ke iu guru dan ternyata dia memperhatikan kami.
"napa nak Arman?" tanya bu guru selidik. gue smaput saat itu. memikirkan solusi utuk keluar dari problem ini. salah gue. dampaknya pasti ke aku juga. haruskah kabur? ah gak mungkin. pake mantra menghilang? gak mungkin juga. dalam gamang itu aku teringat akan do'a meghadapi musuh ajaran kakek. tapi, masa sih guru gue jadi musuh? entah apa yang terpikir olehku saat itu, mulutku mulai komat kamit melafalkan AYAT KURSI. sialnya, ujung ayatnya gak kesebut trus. lupa. refleks gue sambung dalam hati Waladdollin,...Amiin...
tapi semuaya setelah Arma di panggil oleh ibu guru dan mejelaskan bahwa dia gak nangis hanya saja keluar air matanya karena menahan sakit akibat terbetur kepalanya oleh dorongan saya. gue berusaha embela diri dengan mencari bekas memar di lutut namun sialnya gak ada yang bisa di tunjukkan. satu-satunya luka yang ada di tubuhku saat itu adalah kurap yang maha dasyat mengorogoti selangkanku. tapi gak mugkin aku bilang: si Arman dulu yag mulai bu. lutut bertubruka dengan meja karena colekannya dan sekarang selangkangaku luka karena KURAP. gak nyambung kan? apa lagi jika harus lebih gila lagi dengan menurunkan celana gue lalu bilang." tuh.liatkan bu. KURAPnya kemana-mana"..

keputusannya final. gue nugging di bangku sampai pelajaran selesai. makasi ya Alloh...pasrahku. air mata berderai ke lantai diirigi yel-yel hinaan teman, dan bunga Kamboja bertabur.



5 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html