Kamis, 13 Desember 2012

Sketsa

Segala sesuatu yang kita jalani dalam hidup ini merupakan pilihan. Entah kita menyadarinya atau juga tanpa menyadarinya. Pilihan dalam hidup ada juga yang memaksa. Terpaksa untuk kita jalani sebab paksaan itu melahirkan alasan terbaik. Mencintai adalah pilihan hidup. Dengan siapa dan dengan cara apa.

Sketsa....

Jika aku mencintaimu, maka harus dengan ikhlas menerimamu apa adanya. Bukan dengan alasan tertentu yg bisa menghilangkan kesejatian cinta, sebab cinta itu tak pernah bertanya. Jika aku mencintaimu dengan alasan tertentu, itu sama saja aku menggadaikan harga diriku pada waktu dan hati yang belum tentu memihakku. Diammu, lugumu, kekankan-kenakanmu, tawamu semuanya harus keletakkan dalam-dalam kebilik dadaku bersama rasa cintaku yang hanya terpahami oleh diriku sendiri dan Tuhanku. Embun tak butuh warna untuk membuat daun jatuh hati. Seperti itulah seharusnya kita.
Jika suatu hari hatimu mengatakan ingin menjauh dari rencana yang mulai kutuliskan, maka merelakanmu adalah cara terbaik. Sebab cinta itu tak pernah memaksa. Bukan raga yang membuat cinta itu utuh, tapi bagaimana merelakan kamu selalu dengan pilihan hatimu. Melihatmu bahagia dengan pilihan hatimu adalah caraku mencintaimu. Mencintai bukan sebuah pengorbanan, sebab tak seorang pun yang memaksa untuk jatuh cinta.
Jika suatu hari aku memilih menghilang dari kehidupanmu, maka mungkin itulah yang terbaik.

Sketsa 2...

Hari itu kita telah berbahagia,...istana cinta kita selalu dihiasi tangis dan tawa anak-anak kecil mungil. Aku hanya tersenyum membayangkan engkau kerepotan oleh dua anak-anak kita. Mengurus seorang laki-laki yang banyak maunya, Aku jadi imam itu,...
Dalam tidurmu engkau terlihat kelelahan menjalani hari-hari sebagai istri yang patuh dan ibu bagi anak-anak yang penyayang. Kubelai rambutmu, kucium keningmu,...dan kukatakan ‘Aku Mencintaimu Istriku’. Mungkin engkau tak mendengarnya. Aku tak butuh kamu tahu aku mencintaimu, tapi aku harus pastikan untuk terus mencintaimu dan aku yakin Tuhan tahu itu. Kuajak kamu ke tempat bersalju seperti mimpimu. Di sana kita bersama anak-anak kita...

Bahagia...

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html