Seberapa banyak pun gula engkau masukkan kedalam kopi, maka kopi tak pernah lupa menceritakan kepahitannya ke lidah meski sedikit. Ia tetap jujur akan dirinya. Begitupun diriku tak pernah lupa bahwa dulu engkau pernah menjadi pemanis di setiap kata rindu. Namamu Pernah menjadi tulisan iseng di lembaran catatanku.
Kulupa Persisnya kapan aku
menyimpanmu dalam hati. Yang kuingat kalau dulu aku jatuh cinta denganmu. Kau
pribadi yang mengagumkan untuk saat itu. Hanya saja sekarang semuanya telah
beda. Aku masih mengenalmu namun seolah kian jauh. Aku tetap bisa melihat dan
menatapmu meski dari kejauhan. Satu hal yang kusadari berada dekat dengan tatap
matamu tak lagi memberi getar di relungku. Kalau boleh jujur, tentangmu masih
ada di sini, di dadaku. Hanya saja semuanya telah beda. Kau bukan lagi ‘Dia’,
Persona yang sering kubicarakan.
Tentang Aku dan Kamu, biarlah
tetap kemarin. Memori yang hari ini perlahan usang. Tak ada penyesalan dengan
semuanya sebab engkaupun bagiku adalah sebuah buku yang beri pelajaran berarti,
bahwa di masa depan tak seharusnya aku gampang jatuh cinta dengan makhluk
semacam kamu. Bukan karena engkau tak baik, melainkan kusadari diriku tak
pantas untukmu.
Somebody who loved You was
went away within the wind and tears. Yup. Yang dulu menggilaimu telah
hilang entah kemana tergerus angin dan airmata kepedihan. Suatu saat nanti
engkaupun akan berujar ‘Dia’ di hari sepimu. Bercerita kepada temanmu bahwa ‘Dia’
pernah bersamamu. Meskipun tak sempurna, ‘Dia’ Persona yang kau bicarakan
pernah jadi yang indah.
Aku telah jatuh cinta kembali. Pada
masa depan yang lebih baik. Pada Pengharapan yang lebih indah. Setahuku tak ada
yang salah dengan sebuah impian dan harapan. Mimpi itu gratis. Selagi gratis
mengapa tak kuimpikan kehidupan dan cinta yang sempurna. Hasil akhirnya biarlah
kuserahkan pada pemilik rahasia hidup ini. Tugasku berusaha menggapai mimpi kelak bisa bersama ‘Dia’ Persona yang
belum kutau rupanya, namun tetap sebut dalam doaku tanpa henti.
Impianku sederhana. Aku hanya ingin hatiku terjaga
sampai masanya tiba dan dipersatukan bersama ‘Dia’ yang Allah kehendaki terbaik
buatku. Itu saja.

0 komentar:
Posting Komentar