Rabu, 24 Juni 2015

It Just the Beginning

Haii,guys. maaf bila akhir-akhir ini Mr. Mister jarang terupdate. dikarenakan kesibukan kerja dan juga berusaha sok sibuk. iya begitu. 

Anyway, Kira-kira sebulan yang lalu saya ke Makassar menemani adik yang akan mengikuti SBMPTN. Akan tetapi perjalanan menuju makassar ini sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini lebih mirip trip adrenalin yang super menegangkan. Saat keberangkatan rencananya akan menggunakan bus seperti biasanya dan kebanyakan warga kabupaten selayar menuju makassar. Tiket udah ditangan namun jadwal keberangkatan Fery tertunda disebabkan cuaca buruk. Menurut pegawai perhubungan pelayaran kembali dibuka pada tanggal 9 mei. Masalahnya adalah, tanggal 9 mei adalah hari dilaksanaknnya tes. Artinya jika kami harus berangkat pada saat itu, maka adik saya bakal gagal mengikuti tes. Alternative lainnya adalah melalui pesawat terbang. Gue pun menyegerakan diri menghubungi travel penyedia tiket namun ternyata udah sold out alias habis.

Panik. Pusing. Terminal tempat keberangkatan menjadi ramai sebab ternyata banyak juga yang problemnya serupa. Puluhan calon mahasiswa dari kepulauanku yang tidak ikut SBMPTN. Sayapun sibuk kesana kemari mencari berita kali aja jadwal pelayaran berubah karena gue gitu. Iya, gue yang berdoa ke Tuhan agar cuacanya tenang.

Salah seorang teman menghampiri dan memberitahukan kalo di bagian utara, tepatnya di Bonelohe ada mini boat yang menyebrang ke pasir putih bulukumba yang memuat 15 orang penumpang. Kalo berani! Sebab ketinggian ombak 4-5meter. 

Braveness. Keberanian. Defenisi keberanian kali adalah takut gak ikut tes. Maka ombak bagi saya bukan masalah. Sebab ketika saya KKN semasa kuliah juga pernah menempuh perjalanan serupa. Malah ruteya lebih jauh. Pulau Jampea menuju Kab. Sinjai selama 26 jam. Ombaknya malah lebih, 6 meter dengan mengunakan perahu nelayan penangkap ikan tongkol.

Gue mencari persetujuan sama sang adik, sang aktor utama yang mengahruskan saya kembali mengulang trip ini. “saya terserah kakak saja...” jawabnya pasrah. Maka kamipun berangkat kesana. Menuju pantai bonelohe. Salah jalan. Gue belum pernah kesana sama sekali, ke kawasan itu. Akhirnya kita malah terdampar disebuah pelabuahan tradisional dengan perahu kecil tertambat di sana. 

Beberapa saat teman menelpon dan menginformasikan kalo kami salah lokasi. Obegitu? Lalu? Syahrini membuyarkan lamunan saya. Syahrini kali ini adalah jelmaan dari seorang bapak-bapak yang juga ikut serta mengantarkan anaknya di rombongan kami. Setir mobil gue putar balik. Tiba dilokasi yang dimaksud gue terperanjat. Jalan masuknya berlumpur, semak dan berbatu. Sepertinya kawasan ini leih sering dilintasi sapi dan hewan sejenisnya ketimbang kendaraan. Beberapa menit kemudian kami tiba di kawasan pantai. Namun masih harus menunggu sampai mini boat itu tiba setelah mengantar penumpang sebelum kami. Disela waktu itulah gue berusaha menghibur dengan melucu hingga jongkok komedi dihadapan para rombongan. Tujuan gue sederhana, biarkan mereka tertawa sejenak sebab nantinya diperjalanan melintasi laut hanya akan ada teriakan dan tangisan ketakutan.

Time is up. Kami harus berangkat. Sedikit penggambaran dari tupangan kami. Jika kalian pernah lihat duck-boat alias perahu bebek di pantai losari maka ukuran dan bentuknya persis, hanya bagian depannya yang sama masih berbentuk perahu agar bisa membelah ombak ditunjang dengan ukuran mesin 8.5 PK dan harus melawan ombak 4-5 meter tinggiya. Ini semacam perjalanan menantang maut. Saat krew perahu menyodorkan baju pelampung, gue berkelakar “welcome to the hell!!”. Kru tersebut tersenyum ke saya. 

Perahu mulai berjalan dengan kecapatan lambat. Para penumpang masih ribut bercerita. Adik gue suruh tidur saja ditumpukan koper agar dia tak menyaksikan keganasan ombak beberapa detik lagi, dan showtime. Boatnya mulai berjalan pada kecepatan 50 km/jam. Teriakan mulai muncul. Ombak mulai percaya diri menampakkan wujud seramnya sementara deru teriak bercampur takbir mulai pecah bercampur air asin yang mengguyur tubuh. Satu persatu kuperhatikan mereka yang mulai pucat pasi. Sementara gue berusaha melucu saat suara mesin mulai mengalahkan saya. Baju gue lepas tersisa singlet kaos hitam. Gue nikmati guyuran ombak yang menerpa wajah. Senyum. Desir darah gue terpompa cepat tiap kali ombak menghantam dan boatnya melayang tinggi melintasi ombak. Rasa takut sebenarnya masih ada. Akan tetapi gue harus menjadi tokoh protagonis yang berani. Jika tidak maka bisa dipastikan bakal ada teriakan bencong diantara mereka. Salah seorang penumpang cowok dihadapan gue menangis dan bertakbir ketakutan. Gue tersenyum ke dia dan menguatkan agar tetap tenang. Namun ketakutan terlanjur menang. Bapak yang ada disebelah gue terlihat was-was kepada anaknya yang duduk didepan bersama sang nahkoda. Gadis itu menangis sejadi-jadinya sambil menyebut nama ibunya. Tegang dan haru mulai menyatu. Namun ada satu yang gue rasa aneh. Perlahan tapi pasti celana dalam gue mulai basah menyeluruh oleh guyuran ombak. 

30 menit kemudian kami telah tiba di Pasir Putih Bulukumba disambut oleh beberapa turis asing dan lokal. Mereka adalah pelancong yang kebetulan berada di tempat tersebut. Begitu tiba gue langsung nyebur kelalut. Tanpa sadar jam tangan yang gue kantongin agar terhindar dari percik air malah iktu kecebur manja. Begitu gue lihat jarumnya udah mulai maju mundur cantik alis mati. 

Dipantai kami semua berdiam sejenak dengan duduk.gue berkata kepada para penumpang yang merupakan sang calon mahasiswa “ this is just the beginning! ini baru permulaan dek. Bakal ada yang lebih dari ini kelak saat kalian betul-betul menjadi mahasiswa”. Semua diam menatap gue yang melanjutkan memberi wejangan. Abis itu gue ajak mereka berfoto dengan latar pantai. Perjalan ini harus kami lanjutkan, 5 jam lagi menuju kota makassar. Istirahat. 

Wajah mereka akhirnya cerah teraliri darah setelah 30 menit mangarungi laut menumpangi boat bak perang laut.

2 komentar:

  1. yeeeyyy .. !!cerita yang ku tunggu tunggu akhirnya keluar.
    tapi ada yang kurang kak. bagian yang nahkoda kapal mengayunkan tangannya saat ombak tinggi koq gak ada ??
    oh ya, dan itu kk khair beneran tidur ? emang bisa tidur dalam keadaan semenegangkan begitu ? tidur dan pingsan emang beda tipis sih.

    BalasHapus
  2. bukan pingsan, tapi berpura-pura gak mabok... iay begitu.

    BalasHapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html