Yang sering menjengukku dengan pena-pena tajamnya
Membangunkanku dengan syair-sayir lugunya
Malam tadi mimpiku bertemu mimpinya
Mungkin ia pedih dalam kesendirian
Menyusur gelap tak berbatas
Mengutip sepi tak terperi
Hingga sehelai surat ia selipkan dipejamku
Kerangka debu di balik hujan
Adalah kau berjubah lumpur Menaiki mimbar waktu
Di hadapan juta mata air mata
Tak ada bentuk berimu rupa
Hilang kau dalam semua
Hanya sisa warna kelam di ujung mata … kau
Hanya tinggal kusam catatan
Dalam lembar-lembar padah
Dan aku Hanya memanggil-manggilmu dalam doa
0 komentar:
Posting Komentar